Minggu, Juli 26, 2009

Ketakutan

Salah satu fenomena dalam kehidupan ini ialah resiko berbanding lurus dengan peluang. Misalnya pada investasi, semakin besar hasil yang bisa diraih akan semakin besar resiko dibaliknya. Begitu juga dalam dunia kerja, semakin besar gaji yang Anda terima akan semakin besar resiko dibalik jabatan yang Anda tempati. Semua hal-hal besar mengandung resiko yang besar. Semua hal-hal besar sangat ditakuti.

Dari berbagai publikasi orang-orang kaya, ada tiga profesi yang sering disebut, yaitu bisnis, sales, dan distributor MLM. Dalam kenyataanya ketiga profesi inilah yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang. Jika kita mencari orang untuk bekerja, maka akan berbondong-bondong orang melamar. Jika tidak percaya, cobalah buat lowongan kerja di koran, maka Anda akan kebanjiran lamaran. Anda perlu mencoba lagi untuk menawarkan lowongan sales, maka akan lebih sedikit orang melamar, apalagi jika anda menawarkan peluang bisnis MLM.

Namun demikian, ada juga orang yang sukses dalam ketiga profesi tersebut. Sudah banyak milyarder yang berasal dari ketiga profesi tersebut. Apakah mereka takut? Hampir setiap orang yang saya temui mengalami rasa takut, namun ada perbedaan antara orang yang sukses dengan yang gagal. Orang yang sukses juga takut, namun dia berusaha untuk menghilangkan atau mengurangi rasa takutnya, sehingga dia bisa tetap mencoba. Berbeda dengan orang yang tidak sukses, saat dia takut maka dia berhenti, tidak mencoba sampai menemukan ide atau peluang yang aman.

Jadi jika Anda merasa takut untuk melakukan sesuatu, sebenarnya Anda tidak sendiri. Banyak orang yang sukses pun merasakan takut. Oleh karena itu Anda harus tetap berusaha. Jika bisa, sekarang juga lupakan rasa takut Anda, kemudian bertindaklah. Jika Anda masih belum bertindak juga, maka rasa takut Anda masih kuat. Anda perlu mencari cara agar rasa takut Anda hilang.

Penghalang Kesuksesan

Yang paling mudah, adalah kita menyalahkan orang lain atau lingkungan sebagai penyebab kegagalan kita. Jika seseorang selalu menyalahkan orang lain dalam kegagalan dirinya, maka sudah jelas ada pikiran negatif pada orang ini yang harus disembuhkan. Sementara ada juga yang sadar bahwa penyebab kegagalan ada dirinya sendiri, namun dia tetap saja membiarkan dirinya menghalngi sukses. Termasuk yang manakah diri Anda?

Di Indonesia, meski penduduk miskinnya banyak, meski pemerintahnya banyak yang korup, meski dunia bisnis tidak kondusif, tetapi tetap saja masih banyak orang yang bisa berhasil dengan cara yang jujur. Jadi bukan lingkungan yang menyebabkan seseorang gagal atas berhasil. Kita tidak bisa menyalahkan lingkungan termasuk kondisi bangsa Indonesia. Jika memang kondisi bangsa Indonesia membuat kita gagal, seharusnya semua orang Indonesia gagal.

Mungkin ada yang mengatakan, saya tidak didukung oleh keluarga. Tahukah Anda, bahwa banyak orang yang berhasil di dunia bisnis, padahal pada awalnya mereka tidak didukung oleh keluarga. Keberhasilan juga tidak ditentukan oleh industri tertentu. Dalam suatu industri, ada yang berhasil ada juga yang gagal. Juga tidak ditentukan oleh profesi tertentu, dalam suatu profesi ada yang berhasil ada yang gagal.

Kesimpulannya ialah kegagalan atau keberhasilan Anda ditentukan oleh Anda sendiri. Mungkin ada juga yang menyalahkan takdir. OK, saya adalah orang yang beriman, saya percaya dengan takdir. Namun bukankah Allah memberikan kekuatan dan kehendak kepada kita untuk berbuat dan menghasilkan. Banyak dalil yang mengatakan bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita usahakan. Jadi jangan buru-buru menyalahkan takdir atas kegagalan kita.

Kegagalan disebabkan karena kita belum berpikir dan bertindak dengan cara yang benar. Sebagai contoh, saat Anda mengambil segelas air kemudian meminumnya, berapa kali Anda gagal? Hampir tidak pernah gagal bukan? Mengapa? Karena Anda sudah bertindak dengan benar dalam hal meminum air. Mengapa Tiger Wood begitu akurat dalam memukul bola golf? Sebab dia berpikir dan bertindak dengan benar saat memukul bola golf.

Jadi saat Anda gagal melalukan sesuatu. Saat Anda gagal berbisnis. Semuanya karena kita belum berpikir dan bertindak dengan benar. Teknologi NLP mengatakan, jika kita bisa meniru secara persis apa yang dilakukan oleh orang lain, maka kita akan mendapatkan hasil serupa. Hanya saja, sering kali kita tidak meniru orang lain secara lengkap sehingga tidak menghasilkan hasil yang sama. Saat kita ingin menghasilkan hasil yang sama dengan seseorang, kita harus bisa meniru dengan tepat, mulai dari fisiologi, emosi, dan pikiran.

Mengapa kita jarang sekali gagal meminum air? Sebab kita sudah menguasai fisiologi, emosi, dan tindakan saat meminum air. Hal ini bisa kita aplikasikan untuk hal yang lebih rumit, caranya ialah dengan mempelajari bagaiman fisiologi, emosi, dan pikiran pada hal rumit tersebut. Anthony Robbins yang bukan seorang militer tetapi bisa mengajarkan cara menembak, karena dia mempelajari sub model orang yang mahir menembak terlebih dahulu. Sub model bisa dikatakan sebagai gabungan dari fisiologi, emosi, dan pikiran.

Berapa persen kegagalan yang disebabkan oleh takdir? Memang belum pernah ada pengujian. Para ahli penelitian dan statistik mengatakan bahwa kesalahan random (tidak sistematis) tidak lebih dari 2%. Selebihnya adalah kesalahan sistematis artinya kesalahan yang bisa diperbaiki. Berapa kali Anda gagal minum air? Hampir tidak pernah bukan? Mingkin 1 banding seratus? Mungkin 1 banding 1000? Intinya sangat jarang.

Jadi bisa disimpulkan bahwa yang mengahalangi sukses Anda ialah Anda sendiri. Tindakan Anda, pikiran Anda, dan emosi Anda belum seperti orang sukses. Ketiganya harus baik jika Anda ingin sukses. Banyak orang yang mahir tetapi ternyata tidak sukses. Hal ini juga bisa menjawab pertanyaan mengapa tindakan yang sama menghasilkan hasil yang berbeda. Jawabannya ialah karena pikiran dan emosinya berbeda.

Sabtu, Juli 25, 2009

Sederhanakah Tindakan Kita

Sebenarnya, untuk meraih sukses bukanlah melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun kebanyakan orang justru mencari sesuatu yang luar biasa untuk meraih sukses dengan cepat. Mereka berusaha mencari rumus ajaib untuk menyihir mereka sendiri menjadi orang yang sukses dengan segera. Disisi lain saat melihat keberhasilan orang lain, ada yang mengatakan, “begitu saja bisa sukses?”. Mereka kaget melihat keberhasilan orang lain yang ternyata meraih sukses dengan melakukan hal-hal yang sederhana dan bukan rahasia.

Teman saya memiliki bisnis yang maju pesat, apa yang dilakukannya? Sederhana, pertama dia dan stafnya rajin mengirimkan salam melalui radio sambil menyebutkan nama perusahaan. Sederhana, tetapi dilakukan setiap hari. Yang kedua dia “hanya” rajin bersilaturahim sehingga mendapatkan jaringan yang banyak yang mendukung bisnisnya.

Teman saya yang satunya lagi mendapatkan bisnis puluhan juta hanya dalam beberapa hari. Apa yang dilakukanya? Sederhana, “hanya” menawarkan jasanya dari pintu ke pintu. Seorang pebisnis MLM dan Salesmen yang berhasil pun melakukan hal yang sederhana, yaitu “hanya” rajin menawarkan produknya ke setiap orang yang ditemuinya.
Yang menjadi pertanyaan ialah mengapa hal-hal sederhana bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa? Sebab mereka melakukan hal sederhana itu dengan luar biasa. Untuk mengetahui apa yang harus dilakukan adalah mudah, namun yang perlu Anda perhatikan ialah bagaimana melakukannya. Hal sederhana jika dilakukan dengan penuh determinasi, ketekunan, dan fokus akan menghasilkan hasil yang luar biasa.

Anda tidak perlu mencari rumus ajaib, yang Anda perlu cari adalah sesuatu yang menghasilkan atau sesuatu yang bekerja. Kemudian lakukanlah dengan luar biasa. Kemudian lihatlah apa yang akan terjadi.

Penyebab Kegagalan

Saya tahu, Anda yang rajin mengunjungi situs ini atau member Mailing List Motivasi Islami adalah orang-orang yang sedang berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Saya ingin Anda berhasil, oleh karena itu saya menampilkan 8 penyebab kegagalan teratas dalam proses pengembangan diri dan mewujudkan apa yang Anda inginkan.

1.Tetap Skeptis. Orang seperti ini selalu mengatakan dalam hatinya atau juga melalui mulutnya “ah tidak akan berhasil”, “ini bukan untuk saya”, “orang lain bisa tetapi saya tidak akan”, “tidak mungkin”, “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”, dan kalimat-kalimat lainnya. Intinya orang skpetis tidak akan pernah percaya terhadap apa yang ditulis dan dikatakan oleh orang lain.

2.Besok Waktu Terbaik. OK, bagus, saya akan mulai besok. INi disebut dengan menunda-nunda. Jika hari ini mengatakan bahwa besok akan mulai, maka besok pun besar kemungkinan akan mengatakan hal yang sama, akhirnya besok lagi, besok lagi. Tanpa sadar dia mengatakan besok sampai 1000 kali, artinya dia menunda 1000 hari untuk berbuat baik. Ah tidak mungkin, masak sampai 1000 hari? Pada kenyataannya, banyak yang lebih dari 1000 hari, ada yang sampai puluhan tahun menunda untuk berbuat baik.

3.Tidak berhasil, tidak apa-apa. Ah coba saja, berhasil syukur, tidak pun tidak apa-apa. Banyak orang seperti ini. Katanya nothing to loose. Betulkah? Jika sejak awal sudah seperti ini, maka kemungkinan berhasil akan jauh berkurang. Yang pertama karena dia tidak benar-benar membutuhkan keberhasilan dan yang kedua dia ragu dengan proses. Dua hal yang justru akan menghambat keberhasilan.

4.Ah, yang pentingkan….. Ada suatu yang aneh, setelah panjang lebar membaca sebuah buku, akhirnya dia menutup buku dengan mengatakan “Ah, yang pentingkan ….” Sebagai contoh, ada saudara saya yang membaca buku The Secret, kemudian saat saya tanya tentang buku tersebut dia menjawab, “Ah yang pentingkan kita berdoa kepada Allah”. Tidak ada yang salah dengan berdo’a, masalah dari dulu sudah berdo’a, mengapa belum berhasil juga? Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan sambil menyepelekan pelajaran yang didapat.

5.Tidak Spesifik. Sebagai contoh, saya hanya ingin bahagia. Saya ingin kaya. Kaya seperti apa? Bukankah jika gajinya ditambah Rp 1.000 sudah lebih kaya? Tujuan yang tidak spesifik malah akan membuat tindakan kita mengambang tidak memiliki arah yang jelas. Saya mau ke Jakarta, Jakartanya sebelah mana? Jakarta itu luas bung!

6.Menyalahkan. Tipe orang seperti ini selalu mencari kambing hitam untuk setiap kesalahan dan kegagalan yang dia alami. Jika selalu menyalahkan orang lain, artinya dia selalu benar dan tidak perlu diperbaiki. Maka sampai kapan pun tidak akan pernah ada perbaikan baginya. Dia kreatif untuk mencari alasan, saya tidak kreatif untuk mencari solusi.

7.Cepat Menyerah. “Saya sudah mencoba!” OK, Anda sudah mencoba, berapa kali? Tanyakan kepada Thomas Alpha Edison, berapa kali dia mencoba membuah bola lampu. Jika dia berhenti setelah 1000 kali, dia “bisa dibilang punya cukup alasan”. Tetapi dia tidak. Ah, banyak kisah lain yang menceritakan kekuatan mencoba. Sebagai contoh, Nabi Muhammad saw pun berkali-kali mencoba hijrah sebelum ke Madinah.

8.Yang penting bertindak. “Tidak usah banyak teori, yang penting kita bertindak dan bekerja keras, maka kajaiban akan terjadi.” Saya melihat orang-orang yang begitu kerja keras dalam hidupnya. Mereka selalu bertindak, tidak pernah berpangku tangan. Tapi sayang, mereka tidak mengalami kemajuan berarti dalam hidupnya. Sementara banyak orang yang tindakannya tidak sekeras mereka, tetapi justru lebih berhasil. Artinya, Anda memang harus bertindak, tetapi yang menjadi pertanyaan, “Bertindak seperti apa?” “Bertindak yang bagaiamana?” Bukan asal bertindak.

Mudah-mudahan tidak satu pun dari penyebab kegagalan ini ada pada diri kita. Jika masih ada, mari kita belajar untuk menghilangkannya.

Dahsyatnya sebuah Kesalahan

Sebelumnya saya menulis sebuah artikel yang berjudul Rahasia Terhebat yang saya posting pada blog pribadi saya, www.rahmatst.info. Sekarang saya akan menulis kebalikannya. Jika Rahasia Terhebat adalah cara pasti Anda meraih sukses, maka artikel kali ini ialah tentang cara pasti untuk gagal. Jika Anda harus memiliki Rahasia Terhebat, maka Anda harus menghindari Kesalahan Terhebat ini.
Kesalahan terhebat ialah saat seseorang mengatakan kalimat berikut ini:
“Saya tidak bisa karena….”

Mungkin Anda akan membentak saya, “Memang benar koq, saya tidak bisa karena….”
Anda mungkin punya alasan, dan Anda akan membela mati-matian bahwa alasan Anda sahih. Boleh saja, silahkan. Jika Anda mau bahwa alasan Anda itu benar, maka memang benar. Namun yang perlu Anda perhatikan ialah, meskipun Anda benar tetap saja tidak akan memperbaiki keadaan. Apakah alasan Anda benar atau salah, Anda tetap saja tidak bisa.

Alasan adalah keyakinan. Tepatnya keyakinan negatif. Namun ada hal yang lebih berbahaya ketimbang keyakinan tersebut, yaitu keyakinan Anda bahwa tidak ada jalan keluar atas alasan Anda. Saat Anda mengatakan tidak bisa, kemudian Anda mengungkapkan suatu alasan dan yakin bahwa alasan Anda benar, yang lebih parah ialah Anda tidak mengambil alasan untuk mangatasi masalah Anda.
Falsafah saya adalah “Selalu ada jalan keluar.” Terlepas apakah alasan Anda benar atau salah, saya memiliki keyakinan bahwa selalu ada jalan keluar atau ketidakbisaan/ketidak mampuan Anda. Saya yakin jika Anda mau berusaha, Anda akan mendapatkan jalan keluar. Namun sebelum Anda berusaha untuk mencari jalan keluar, langkah pertama ialah Anda harus mengubah semua alasan Anda dengan satu kata, yaitu “Saya”.

Sebagai contoh: “Saya tidak bisa bisnis karena saya.” Artinya, Andalah yang menyebabkan bahwa Anda tidak bisnis, bukan orang lain, lingkungan, atau kejadian. Jika Anda sudah bisa menerima kenyataan ini, maka Anda akan mendapatkan jalan keluarnya. Selama Anda beralasan dengan alasan diluar diri Anda, sampai kapan pun Anda tidak akan mendapatkan jalan keluar.
Saat Anda sudah mengalihkan alasan menjadi diri Anda sendiri, artinya Anda sudah memiliki kemampuan untuk “meninggalkan alasan”. Jika alasan itu adalah Anda sendiri sama artinya bahwa sudah tidak ada lagi alasan. Tinggalah bagaimana Anda mencari jalan keluarnya.

Saya tutup artikel ini dengan satu kalimat yang perlu Anda ingat seumur hidup jika Anda ingin sukses: Tinggalkan alasan, maka sukses ada dalam genggaman Anda.

Best Practice

Belajar kepada orang yang sudah terbukti berhasil adalah cara tercepat dalam meraih sukses, sebab kita tidak perlu melakukan coba-coba. Kita tidak perlu melakukan berbagai kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, karena kita sudah mengetahuinya sejak awal.

Maukah Anda belajar kepada orang yang sudah terbukti sukses?
Anthony Robbins mengatakan, “seandainya saya secara persis menduplikasikan tindakan-tindakan sesama, saya bisa memproduksi kualitas hasil-hasil yang sama dengan mereka. Saya percaya bahwa seandainya saya menabur, saya juga akan menuai.” Jadi, untuk sukses itu mudah, yaitu mencontoh orang yang sudah sukses.
Lalu bagaimana cara mencontoh orang yang sudah sukses? Bukankah banyak orang yang mencoba mencontoh orang sukses tetapi tetap saja masih gagal? Betul, sebab mencontohnya belumlah sempurna. Anda belum mencontoh “persis” seperti orang yang Anda contoh.

Seringkali, kita hanya mencontoh secara parsial. Biasanya kita hanya mencontoh tindakan apa saja yang perlu kita tiru dari orang sukses. Namun yang seringkali tidak kita perhatikan ialah “tindakan yang seperti apa?” Kita sudah melakukan tindakan seperti yang dilakukan oleh orang sukses, tetapi mungkin saja kita tidak benar-benar menyamai kualitas tindakan orang yang kita contoh.

Para penemu NLP mengatakan bahwa ada tiga hal yang mendasar yang harus kita duplikasi jika kita benar-benar ingin menduplikasi hasilnya. Ketiga hal tersebut ialah sistem kepercayaan, sintaks mental, dan fisiologi. Kebanyakan kita mungkin sama melakukan strategi dan taktik seperti yang dilakukan oleh contoh kita, namun apakah kita juga melakukan strategi dan taktik dengan diringi sistem kepercayaan yang sama dengan contoh kita? Apakah sintaks mentalnya sama? Apakah fisiologinya sama?

Jika kita melakukan apa yang dilakukan orang sukses dengan kesamaan sistem kepercayaan, sintak sukses, dan fisiologi, maka Anthony Robbins mengatakan bahwa kita boleh dikatakan dijamin sukses. Jadi, jika Anda ingin dijamin sukses, contohlah seseorang, lakukan persis seperti yang dilakukan orang tersebut, dan Anda akan sukses.

Attitude menentukan karier

Tahukah Anda bahwa alasan memiliki kekuatan? Kekuatan alasan itu bisa merusak dan juga bisa membangun. Sekarang tinggal Anda pilih, mau mengunakan alasan sebagai alat perusak atau alat pembangun. Orang sukses menggunakan alasan sebagai kekuatan yang membangun. Sementara orang gagal menjadikan alasan sebagai kekuatan yang merusak. Bagaimana caranya agar alasan menjadi kekuatan yang membangun?

Cobalah sedikit memberikan perhatiaan saat orang lain menggunakan alasan. Kebanyakan orang menggunakan alasan untuk menutupi kesalahan atau untuk mempertahankan status quo-nya.

“Saya terlambat karena….”
“Saya gagal karena…”
“Saya tidak bisa bisnis karena…”
Polanya sederhana, jika diawali dengan kata negatif, maka alasan akan menjadi kekuatan yang merusak. Mulai sekarang, jangan atau setidaknya kurangi pola kalimat seperti ini dalam kehidupan Anda.

“Tapi alasan saya benar.”

Tanpa sadar, baru saja Anda mengeluarkan alasan yang merusak lagi. Silahkan Anda mau beranggapan benar atau tidak. Namun tetap saja tidak akan memberdayakan diri Anda. Akan lebih baik, Anda memilih alasan-alasan yang membangun.
Caranya mudah, balikan saja pola kalimatnya. Jika alasan mengikuti kalimat negatif menjadi alasan merusak, maka alasan yang mengikuti kalimat positif akan menjadi kalimat yang membangun.

“Saya harus bisnis karena…”
“Saya memilih gembira karena…”
“Saya memilih memberi karena…”

Anda otomatis akan mengisi titik-titik pada kalimat tersebut dengan sebuah alasan yang positif dan akan memberdayakan hidup Anda. Semakin kuat alasan yang Anda berikan, akan semakin kuat motivasi yang dihasilkan oleh alasan Anda. Alasan adalah sumber motivasi.

Bagaimana agar alasan memberikan kekuatan yang besar?
1.Jadikan pekerjaan Anda sebagai ibadah. Jika pekerjaan Anda sebagai ibadah, meskipun gagal, kita akan tetap mendapatkan pahala selama kita ikhlas. Jadi niatkan untuk beribadah dengan ikhlas.
2.Jadikan pekerjaan sebagai salah satu langkah Anda untuk melakukan misi hidup dan mencapai visi Anda.
3.Jadikan pekerjaan sebagai salah satu bentuk kontribusi Anda kepada sesama.
Jika setiap pekerjaan setidaknya mengandung ketiga alasan ini, maka pekerjaan ini akan kita lakukan dengan penuh semangat sebab alasan yang Anda buat akan memberdayakan.

Orang boleh beralasan untuk tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor. Apakah alasan itu melindungi dia dari kecelakaan? Anda juga bisa membuat alasan mengapa harus memakai helm. Keduanya ada pada kendali Anda. Anda bisa memilih dan Anda bisa menentukan. Jika Anda mengatakan tidak bisa, yah karena Anda masih punya alasan yang merusak.

Sukses adalah Keniscayaan

Saya belum sukses! Mungkin ada yang protes. Bagaimana jadi orang sukses, justru saya membaca website ini karena ini sukses. Iya, jika Anda ingin sukses, jadilah orang sukses sekarang juga. Bagaimana bisa? Bingung? Tidak perlu bingung, silahkan baca kelanjutan artikel ini.

Begini, untuk menjadi orang sukses, Anda perlu tindakan bukan? Tetapi bukan sembarang tindakan. Tidak semua tindakan akan membawa kita kepada keberhasilan. Kita memerlukan tindakan sukses untuk menjadi sukses. Tindakan sukses hanya bisa dilakukan oleh orang sukses. Tapi saya belum sukses! OK.

Saat kita berpikir bahwa kita belum sukses, saat kita berpikir serba kekurangan, saat kita berpikir lemah, maka kita tidak akan pernah menghasilkan tindakan-tindakan yang berdaya. Bagaimana bisa, bagaimana kita akan melakukan tindakan hebat saat kita berpikir bahwa diri kita lemah. Kita akan bertindak hebat saat kita berpikir hebat. Kita akan melakukan tindakan-tindakan sukses saat kita berpikir sukses.

Jadi, artinya menjadi orang sukses ialah Anda harus memiliki pola pikir, mindset, atau paradigma orang sukses. Jika saat ini Anda merasa belum sukses, maka pikiran Anda jangan difokuskan pada saat ini, fokuslah pada masa depan, fokus pada kesuksesan Anda. Jika Anda melihat saat ini, Anda melihat diri Anda masih belum sukses, maka mindset yang muncul adalah mindset yang belum sukses.
Namun saat Anda melihat masa depan, saat Anda sudah menjadi orang sukses, maka Anda akan mulai memiliki pola pikir sukses. Menjadi orang sukses sekarang juga adalah rumus sukses inti.

Bahkan, untuk mengaplikasikan Hukum Daya Tarik (law of attraction) juga di awali dengan menjadi (be) orang sukses. Mungkin saat Anda membaca ebook atau buku law of attraction, dibahas dengan bahasa yang berbeda-beda, tetapi intinya langkah pertama ialah dengan cara menjadi (be), kemudian bertindak (do), dan memiliki (have). Atau disingkat dengan be do have.

Tapi sulit untuk menjadi orang sukses saat kita belum sukses dalam kenyataanya. Ok, saya sudah membuat video bagaimana cara menjadi (be) orang sukses. Kuncinya ialah dengan membangun rasa percaya diri terlebih dahulu. Jadi percaya diri memiliki peran penting dalam hukum daya tarik atau law of attraction.

Tanda-tanda orang sukses

Salah satu ciri orang sukses ialah mampu mendorong diri untuk mengambil tindakan selalu. Mereka dengan tekun berusaha sampai tujuannya tercapai. Mereka bisa terus menerus mengambil tindakan sehingga semakin hari semakin dekat dengan sukses. yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana bisa mereka terus bertindak?
Ada tujuh hal yang bisa mendorong setiap orang mampu bertindak secara konsisten. Jika Anda memiliki ketujuh hal ini, maka Anda akan mampu terus menerus mendorong diri Anda untuk tetap bertindak. Apa saja ketujuh hal tersebut? Tidak sabar ya? Ini dia ketujuh hal pemicu motivasi Anda.
Ciri pertama ialah gairah yang menyala.
Gairah adalah gaya batin yang mendorong Anda untuk bertindak. Gairah seringkali dihubungkan dengan masalah seksual, karena gambaran gairah bisa dilihat pada gairah seksual. Bukankan hal yang konyol, seseorang sampai tega memperkosa. Ini akibat suatu gairah yang tidak tertahankan. Jika seandainya gairah bisa kita arahkan ke arah yang positif, maka kita bisa melakukan tindakan-tindakan positif yang luar biasa.
Ciri yang kedua adalah kepercayaan yang memberdayakan.
Apa bedanya kepercayaan orang sukses dengan orang yang gagal? Orang gagal memiliki kepercayaan yang membatasi dia untuk bertindak dan berpikir. Kepercayaan memang bisa membatasi tindakan, bahkan berpikir juga. Sementara orang yang sukses memiliki kepercayaan yang memberdayakan. Kepercayaan yang akan membuat dia bertindak dan berpikir besar, sehingga bisa menghasilkan hasil-hasil yang besar.

Ciri yang ketiga adalah strategi yang jitu.
Strategi ialah bagaimana kita menempatkan diri kita di dalam lingkungan sehingga akan menguntungkan diri kita. Strategi juga meliputi bagaimana kita mengorganisasikan sumber daya yang ada. Seperti seorang panglima perang, dia bisa mengorganisasikan pasukan, perbekalan, dan persenjataan untuk memenangkan perang. Inilah yang disebut dengan strategi perang.

Ciri yang keempat adalah nilai-nilai yang mengarahkan.
Nilai-nilai adalah sistem kepercayaan yang menentukan baik dan buruk, benar dan salah. Nilai-nilai berguna untuk mengarahkan hidup kita, sehingga berjalan dengan mulus dan lancar sehingga memudahkannya untuk mencapai tujuan. Kejelasan nilai-nilai akan membuat hidup Anda begitu efektif karena sesuai dengan hal-hal yang Anda hadapi. Inilah mengapa Motivasi Islami muncul, agar kita berjalan meraih sukses disertai nilai-nilai islami.

Ciri yang kelima ialah energi yang melimpah.
Seperti sebuah kendaraan, tidak akan bisa bertindak jika tidak memiliki energi yang mencukupi. Oleh karena itu kita harus selalu mempersiapkan energi kita agar bisa tetap bertindak. Namun bukan hanya energi fisik, juga energi intelektual, dan energi spiritual. Semuanya diperlukan.
Ciri yang keenam adalah relasi yang harmonis.
Semua orang sukses, selalu dicirikan dengan kemampuan menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Orang yang sukses memiliki kemampuan mengembangkan simpati sesama, tidak peduli apa pun latar belakangnya. Rezeki sering datang melalui silaturahim.

Ciri yang ketujuh adalah komunikasi yang baik.
yang dimaksudkan bukan hanya cara berkomunikasi dengan sesama, tetapi juga cara berkomunikasi dengan diri sendiri. Berkomunikasi dengan sesama yang baik akan menghasilkan relasi yang harmonis. Sementara komunikasi dengan diri sendiri akan menentukan kualitas hidup kita.

Adakah Anda memiliki ciri-ciri tersebut? Saya yakin Anda sudah memiliki ciri-ciri tersebut. Jika Anda ingin sukses, yang kita perlukan ialah belajar dan melatih diri untuk menyempurnakan ciri-ciri orang sukses melekat pada diri kita. Selamat belajar dan berlatih.

Jumat, Juli 24, 2009

Siapa Saja Bisa Sukses

Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan. Peluang sukses adalah terbuka untuk semua orang, tidak peduli pendidikan, lingkungan, status, uang, dan sebagainya, semua orang bisa sukses jika melakukan hal-hal penyebab kesuksesan. Tentu saja dengan kekecualian, jika Allah tidak mengijinkan Anda untuk sukses maka Anda tidak akan sukses.

Untuk mencari penyebab kesuksesan ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Pertama Anda bisa mencontoh orang lain yang telah sukses. Contoh semua tindakannya, pemikirannya, termasuk sikap mentalnya. Orang sukses ada disekitar Anda, tindakan yang diperlukan hanyalah mencarinya kemudian bertanya. Setelah mendapatkan jawaban Anda tinggal menyesuaikan dengan tujuan yang ingin Anda capai.

Kedua, selain bertanya kepada orangnya langsung, Anda juga bisa membaca bukunya. Ada beberapa macam buku ditulis, ada buku yang ditulis mengenai biografi seseorang yang telah sukses. Dari buku tersebut Anda bisa belajar banyak dari kehidupan orang sukses. Apa yang dia lakukan dan bagaimana sikap orang tersebut? Jenis buku kedua ialah buku yang ditulis berdasarkan riset atau pengamatan terhadap orang-orang yang sudah sukses. Kelebihan jenis buku kedua ialah lebih mudah dipahami karena si peneliti telah merangkumkan buat Anda. Selain itu sumber yang dia teliti sering lebih dari satu orang, sehingga faktor sukses yang dipaparkan dalam buku tersebut lebih lengkap.

Hal yang menyedihkan ialah justru minat baca di Indonesia masih sedikit. Kita perlu meningkatkan minat baca kita, keluarga kita dan orang-orang disekitar kita. Kabar baiknya di Indonesia harga buku cukup murah (meskipun ada yang mengatakan mahal, mungkin jika dibanding dengan penghasilan). Sebagai perbandingan, saya membeli buku terbitan USA, harganya sekitar US$ 20, sementara buku setebal tersebut di Indonesia harganya sekitar 30-40 ribu rupiah. Kadang apa yang dibaca dari orang lain tidak akan cocok dengan kita. Tentu saja karena berbagai kondisi yang berbeda antara orang yang Anda pelajari dengan kondisi Anda. Atau apa yang Anda lakukan ialah benar-benar baru, belum ada orang yang melakukannya. Untuk ini, yang diperlukan adalah keberanian mencoba-coba.

Thomas Alfa Edison sampai ribuan kali mencoba membuat bohlam lampu, begitu juga Henry Ford berkali-kali membuat mesin mobil, dan orang yang telah terbukti sukses merintis sesuatu yang baru, pada awalnya melakukan berbagai percobaan atau usaha. Jika orang lain bisa dengan tekun, sabar, berani mengambil resiko, dan pantang menyerah, maka Anda pun bisa.

Selasa, Juni 02, 2009

Hukum MLM

Berikut Kami sampaikan Fatwa Halal MUI untuk bisnis Network Marketing & MLM beserta batasan-batasan halalnya. InsyaAllah menurut Kami, DBS berada dalam batasan Halal. Sedangkan yang diharamkan adalah MLM yang menggunakan sistem Tutup Poin, karena menyebabkan isrof yaitu membeli barang yang tidak diperlukan sehingga mengarah kemubadziran serta hilangnya 'An taradlin yaitu unsur kerelaan. Silahkan diteliti & dipelajari fatwa berikut.

Terimakasih

Ttd,

Manajemen PT DFI.




KEPUTUSAN FATWA MUSYAWARAH KOMISI FATWA MUI KOTA BANDUNG

Nomor : 291/MUI-KB/E.1/VII

Tentang : HUKUM BISNIS NETWORK MARKETING / MLM

بسم الله الرحمن الر حيم

Musyawarah Komisi Fatwa MUI Kota Bandung yang membahas tentang Hukum Bisnis MLM, setelah



Menimbang :

a. Bahwa semakin banyak berbagai macam produk suatu perusahaan yang diperjual-belikan kepada masyarakat dengan sistem MLM.
b. Bahwa oleh karena itu, MUI Kota Bandung memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum masalah dimaksud.


Memperhatikan :

a. Pertanyaan-pertanyaan dari umat tentang status hukum bisnis MLM.
b. Pendapat dan saran-saran para Ulama peserta musyawarah.

Mengingat:

1. Deskripsi Masalah sebagai berikut :
Secara sederhana, bahwa dalam memasarkan suatu produk dari suatu perusahaan ada dua macam cara:

A. Yang sudah umum berlaku, disebut cara konvensional.
Yaitu sampainya suatu produk kepada konsumen setelah melalui setidaknya 4 (empat) tahap berikut: dari pabrik kepada distributor, kemudian kepada agen, kemudian kepada grosir, lalu kepada pengecer/toko dan baru kepada konsumen. Bila harga dari pabrik Rp. 100.000 maka sesudah sampai kepada konsumen bisa menjadi Rp. 200.000 atau lebih, karena banyak menyerap biaya, seperti biaya produksi, biaya promosi dan biaya lainnya.

B. MLM (Multy Level Marketing) atau sistem pemasaran berjenjang (Network Marketing)
Di sistem ini seorang konsumen harus mampu merekrut konsumen (jaringan) dibawahnya disebut frontline (jaringan/kaki pertama) dan downline atau upline (jaringan/kaki kedua dan seterusnya) dan ia akan menerima keuntungan (prosentase) dari setiap pembelanjaan downline tersebut. Semakin banyak jaringan (downline) maka semakin besar pula keuntungan yang akan diterima olehnya. Bila mampu mencapai titik tertentu sesuai persyaratan, ia akan menduduki suatu posisi dan akan menerima bonus yang telah ditentukan. Cara ini memutus tahapan diatas, yakni dari pabrik langsung kepada konsumen yang sekaligus bisa menjadi distributor. Mengenai harga, tetap seperti diatas hanya kelebihan harga pabrik tersebut menjadi keuntungan distributor.



Pada kenyataannya ada tiga macam bentuk yang berkaitan dengan bisnis MLM :
a. MLM yang tidak menjual produk, biasa disebut money game (permainan uang). Contoh: Pihak MLM menawarkan sebuah sepeda motor merk x hanya dengan menyetor uang Rp. 2.000.000 dengan syarat harus bisa menjaring sebanyak sepuluh orang yang masing-masing harus menyetorkan uang sebesar Rp. 2.000.000 pula. la akan menerima sepeda motor tersebut setelah mampu menjaring sepuluh orang, dan bila tidak, maka uang tersebut hangus. Demikian seterusnya.

b. Perusahaan MLM, ialah suatu perusahaan yang menjual produk orang lain dengan sistern MLM, yakni ia membeli suatu produk dari pabrik kemudian memasarkannya dengan sistem MLM. Perusahaan MLM ini kadang-kadang mengakibatkan harga menjadi tidak wajar (diatas harga pasar) dan kadang-kadang kabur entah kemana, sehingga banyak yang tidak pernah menerima bonus yang dijanjikan dan jaringan yang paling bawah tidak bisa mengembangkan lagi jaringan.

c. Perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem Penjualan Berjenjang (Network Marketing).

Adalah sebuah perusahaan yang menjual produknya dengan sistem berjenjang, sehingga setiap konsumen di perusahaan tersebut adalah juga seorang distributor. Dimana akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan jumlah jaringan dan omzet yang dicapai sesuai dengan sistem marketing yang disetujui sejak awal. Dengan harga produk yang cukup wajar.

2. Prinsip Mu'amalat Islami :
Hukum Islam adalah hukum yang berorientasi kemaslahatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia, baik individu maupun masyarakat (mashalih al-'ammah). Orientasi ini menjadi pertimbangan mendasar bagi setiap mu'amalat yang terjadi, baik bagi yang sudah ada, maupun bagi yang baru muncul yang banyak direspon oleh masyarakat seperti Network Marketing / MLM.

Mu'amalat Islami adalah HALAL selama dibangun di atas prinsip-prinsip berikut:

1. Tabadul al-manafi' (tukar-menukar barang yang bernilai manfa'at);
2. 'An taradlin (kerelaan dari kedua pihak yang bertransaksi dengan tidak ada paksaan);
3. 'Adamu al-gharar (tidak berspekulasi yang tidak jelas / tidak transparan),
4. 'Adamu Maysyir (tidak ada untung-untungan atau judi seperti ba 'i al-hashat yi: melempar barang dengan batu kerikil dan yang terkena lemparan itu harus dibeli, atau seperti membeli tanah seluas lemparan kerikil dengan harga yang telah disepakati, dan ba 'i al-lams yi: barang yang sudah disentuh harus dibeli),
5. 'Adamu Riba (tidak ada sistem bunga-berbunga),
6. 'Adamu al-gasysy (tidak ada tipu muslihat), seperti al-tathfif (curang dalam menimbang atau menakar),
7. 'Adamu al-najasy (tidak melakukan najasy yaitu menawar barang hanya sekedar untuk mempengaruhi calon pembeli lain sehingga harganya menjadi tinggi),
8. Ta 'awun 'ala al-birr wa al-taqwa (tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa),
9. Musyarakah (kerja sama).

3. Prinsip (rukun) jual beli
a. Ba 'i (penjual);
b. Musytari (pembeli);
Syarat bagi penjual dan pembeli adalah harus shah (layak) melakukan transaksi.
c. Mabi' (barang yang diperjual-belikan).
Adapun syarat barang yang diperjual-belikan harus ada manfa'atnya, benda suci (bukan benda najis) dan halal dikonsumsi dan atau dipakai/digunakan.
4. Islam membolehkan membuat persyaratan / perjanjian dalam transaksi apapun yang disepakati oleh semua pihak, seperti dalam bisnis MLM di atas, selama tidak untuk menghalalkan yang haram atau sebaliknya.
5. Dalil-dalil sebagai berikut :
A. Firman Allah swt.:

يآيها الذين آمنوا لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إلا أن تكون تجارة عن تراض منكم.



"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memakan harta diantara kamu dengan cara yang batil, kecuali melalui perdagangan yang disertai kerelaan diantara kamu. "

Q.S. al-Nisa : 29.

وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان.

"Bertolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. " Q.S. al-Maidah : 2.

ويل للمطففين. الذين إذا اكتالوا على الناس يستوفون. وإذا كالوهم أو وزنوهم يخسرون.

"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. " Q.S. al-Muthaffifiin: 1-3.

إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم، واتقوا الله لعلكم ترحمون.

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah saudara, maka rukunlah diantara saudara-saudaramu. Dan bertaqwalah kepada Alllah agar kamu mendapat rahmat." Q.S. al-Hujurat : 10.

كى لايكون دولة بين الأغنياء منكم.

"Agar harta tidak berputar hanya diantara orang-orang kaya saja diantara kamu. " Q.S. al-Hasyr : 7.

B. Sabda Nabi Muhammad saw.:

نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن بيع الحصاة وعن بيع الغرر.

"Nabi saw. melarang jual-beli dengan cara melemparkan batu kerikil. " HR. Lima orang perowi hadits kecuali Bukhary dari Abu Hurairah Ra.

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من حمل علينا السلاح فليس منا، ومن غشنا فليس منا.

"Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mengangkat senjata kepada kami (umat Islam) maka bukan umat kami, dan siapa yang menipu kami maka bukan umat kami " HR. Muslim dari Abu Hurairah Ra.

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم مر على صبرة طعام فأدخل يده فيها فنالت أصابعه بللا، فقال: ما هذا يا صاحب الطعام ؟ قال: أصابته السماء يا رسول الله.قال: أفلا جعلته فوق الطعام حتى يراه الناس.من غشنا فليس منا.

"Sesungguhnya Rasulullah saw. melewati sekarung makanan (gandum), lalu memasukkan tangannya ke dalam karung tersebut dan jari-jemarinya menyentuh yang basah, maka beliau bertanya: "Mengapa hal ini, wahai pemilik makanan? " "Terkena air hujan, ya Rasulallah !" jawab si pemilik makanan.

Rasul saw. bersabda: "Mengapa tidak kamu simpan yang basah itu di bagian atas agar dilihat orang. Siapa yang menipu kami maka bukan umat kami. " HR. Muslim dari Abu Hurairah Ra.
إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لا نتاجشوا

"Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: "Janganlah kamu saling melakukan najasy (menawar barang hanya sekedar untuk mempengaruhi calon pembeli lain sehingga harganya menjadi tinggi). " HR. Muttafaq 'alaih dari Abu Hurairah Ra.
إن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن النجش.

"Nabi saw.telah melarang melakukan najasy."HR.Muttafaq 'alaih dari Ibnu Umar Ra.
عن جابر ر.ع. أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول عام الفتح وهو بمكة: إن الله ورسوله حرم بيع الخمر والميتة والخنزير والأصنام. فقيل يا رسول الله: أرأيت شحوم الميتة فإنه يطلى بها السفن ويدهن بها الجلود ويستصبح بها الناس ؟ فقال: لا، هو حرام. ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عند ذلك: قاتل الله اليهود إن الله عز وجل لما حرم عليهم شحومها أجملوه ثم باعوه فأكلوا ثمنه.

“Dari Jabir Ra. ia mendengar Rasulullah saw. bersabda di Makkah pada tahun futuh Makkah: "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi dan menjual berhala. Lalu ada yang bertanya: "Ya rasulallah, bagaimana dengan lemak bangkai karena suka dipakai melabur kapal, dipakai meminyaki kulit dan dijadikan lampu oleh orang-orang ? "

"Tidak, ia haram. " Jawab Rasul.

Kemudian beliau bersabda lagi: "Allah membinasakan Yahudi, karena tatkala Allah 'Azza wa Jalla mengharamkan lemak bangkai, mereka melakukan rekayasa kemudian menjualnya dan memakan hasilnya. " HR. Lima orang perowi hadits.
وفى رواية له، نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ثمن الكلب ومهر البغي وحلوان الكاهن. وعنه قال: نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن ثمن الكلب والِسنّور.
“Masih dari Jabir Ra.: “Rasulullah saw. melarang makan hasil jual-beli anjing, upah perzinaan dan upah berdukun.” Dan di dalam riwayat lainnya: “Nabi saw. melarang hasil jual-beli anjing dan binatang sinnaur.” HR. Lima orang perowi hadits kecuali Bukhary.
عن أنس ر.ع. قال: لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم فى الخمر عشرة: عاصرها ومتعصرها وشاربها وحاملها والمحمولة إليه وساقيها وبائعها وآكل ثمنها والمشترى لها والمشترى له.

"Dari Anas Ra. katanya: "Rasulullah saw.mengutuk sepuluh orang dalam soal khamr: Yang membuatnya, yang menyuruh membuat, yang meminumnya, yang mengangkutnya, yang menyurruh mengangkut, penyalurnya, penjualnya, yang memakan hasil penjualannya, pembelinya dan yang membelikannya. " HR. Tirmidzy dan Abu Daud.

أنا ثالث الشريكين مالم يخن أحدهما صاحبه، وإذا خان خرجت من بينهما. رواه أبو داود والحاكم وصححه.

Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Aku adalah yang ketiga (yang selalu mendampingi) dua orang yang melakukan kerjasama, selama salah seorang dari keduanya tidak mengkhianati temannya. Apabila ia berkhianat maka Akupun keluar dari keduanya. " HR. Abu Daud dan al-Hakim, shahih.

المسلمون على شروطهم. رواه البخارى.

"Orang-orang Islam itu terikat dengan persyaratan / perjanjian yang mereka buat." HR. Bukhary.

C. Kaidah Fiqh :

لا ضرر ولا ضرار.

"Tidak memudaratkan dan tidak dimudaratkan (tidak saling memudaratakan). "

الحكم المعلق بشرط لا يصح إلا بوجود شرطه.

"Hukum yang dikaitkan dengan suatu syarat/perjanjian maka tidak shah kecuali bila syarat tersebut sudah ada. "

MEMUTUSKAN

Dengan senantiasa memohon ridla dan taufiq serta bimbingan Allah swt.

Menetapkan :

Pertama :

MLM yang pertama yaitu MLM yang tidak menjual produk disebut money game (permainan uang) hukumnya haram, karena berupa penipuan yang nyata.

Kedua :

MLM yang kedua yaitu perusahaan MLM yang menjual produk perusahaan orang lain hukumnya boleh, hanya calon konsumen (calon anggota MLM tersebut) harus berhati-hati karena harga barang menjadi tidak wajar, dan kadang-kadang bisa bangkrut.

Ketiga :

MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem penjualan berjenjang di atas hukumnya shah / halal. Adanya bonus yang dijanjikan, disamakan dengan ju'alah.

Yang perlu diperhatikan :

1. Bagi calon anggota, hendaknya memahami prosedur dan peraturan yang berlaku pada MLM;
2. Bagi siapapun hendaknya tidak membeli barang yang tidak diperlukan karena termasuk israf yang dilarang oleh Islam.
Wallaahu A'lam Bis-Shawaab.


MAJELIS ULAMA INDONESIA KOTA BANDUNG



KH. Maftuh Kholil

Ketua Bidang Fatwa





Daftar Pustaka :
1. Al-Qur-an ;
2. Shahih Bukhary ;
3. Shahih Muslim ;
4. Riyadlus Shalihiin : 547-548 ;
5. Al-Taj al-Jami' Li al-Ushul Fi Ahaadiits al-Rasuul, Juz II: 198 dan 201 ;
6. al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuh ;
7. AI-Asybah Wa al-Nadha-ir ;
8. Dan kitab-kitab Fiqh lainnya.

Senin, Juni 01, 2009

Pernahkah Anda Mencoba

Anda pernah makan KFC? Meskipun makanan ini berasal dari negeri Paman Sam, tetapi sudah terkenal di dunia. Begitu juga dengan di Indonesia, hampir di setiap kota besar selalu ada KFC. Anda tidak akan kesulitan jika ingin makan daging ayam yang bermerk KFC ini.

Saya bukan promosi, saya hanya memaparkan keberhasilan KFC bisa merambah dunia, bisa menghasilkan jutaan dolar pertahun. Jika kita menengok bagaimana perjuangan pendirinya, Kolonel Sanders, seorang pensiunan tanpa modal, tanpa perusahaan, yang dia punya hanyalah resep ayam goreng.

Perjuangan kolonel Sanders tidaklah mudah, dengan bermodalkan sebuah mobil tua, dia
berkeliling mencari toko yang mau menggunakan resepnya dengan imbalan sebagian keuntungan. Puluhan rumah makan dia ketuk, maka dia mendapatkan puluhan kata “tidak”. Ratusan rumah makan dia kunjungi lagi, namun ratusan jawaban “tidak” kembali terdengar.

Apakah ia berhenti? Saat dia yang berkata tidak. Dia tidak berhenti, dia terus mencari rumah makan yang mau menggunakan resepnya, sampai 1009 rumah makan dia datangi dengan selalu menjawab perkataan “tidak”. Berarti dia mendapatkan penolakan sampai 1009 kali. Setelah itulah dia mendapatkan jawaban “ya”.

Mari kita renungkan diri kita, sudahkan kita melakukan usaha seperti yang dilakukan kolonel Sanders dalam membangun bisnis kita? Sudahkan kita berusaha menawarkan ide kita kepada puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang? Sudahkah kita mencoba dan mencoba lagi ketiga gagal?

Saya sering menemukan orang yang mengatakan bahwa bisnis itu susah, sementara apa yang dilakukan mereka belumlah optimal. Seringkali kita mengurungkan ide kita karena baru mendapatkan kritik dari segelintir orang. Sering kita tidak mau berbisnis hanya karena orang lain sudah melakukannya.

Jika Sanders mau mencari alasan saat dia mencoba 1000 kali, bisa saja. Dia bisa saja mengatakan “Saya sudah mencoba 1000 kali dan gagal, saya sudah berusaha.” Tetapi kenyataannya tidak, dia tetap mencoba dan mencoba meskipun sudah ribuan kali gagal. Yang lucu, pernah ada orang protes kepada teman saya (trainer bisnis) bahwa bisnis percetakan itu susah. Teman saya menanyakan berapa kali dia menawarkan produk, jawabannya hanya tiga kali. Lucu!

Selasa, Mei 26, 2009

Ubahlah Dirimu…

Kadang kita ingin segala sesuatu berjalan dengan baik. Kita berharap orang lain, lingkungan, dan peristiwa sesuai dengan keinginan kita. Kita mengharapkan perubahan terjadi pada dunia luar selain diri sendiri. Padahal itu tidak akan pernah bisa, seperti berharap pepesan kosong.

“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila baik daging itu maka baik pula seluruh tubuh dan bila rusak maka rusak pula seluruh tubuh, ketahuilah segumpal daging itu adalah qalbu.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Segala sesuatu akan baik bukan dengan mengubah dunia luar kita, tetapi justru dengan mengubah hati kita terlebih dahulu. Sukses, gagal, atau keadaan apapun yang ada di sekitar kita adalah cerminan dari hati kita. Jika kita ingin mengubah apa yang ada di luar diri kita, pertama-tama kita harus mengubah apa yang ada di dalam diri kita.
Mulailah mengubah hati kita, menjadi hati yang hanya berharap kepada Allah. Niatkan apa yang kita inginkan dan panjatkan do’a dari hati yang terdalam. Seperti disebutkan dalam berbagai hadits, kita akan mendapatkan sesuai dengan yang kita niatkan dan do’a kita akan dikabulkan jika kita yakin dengan do’a kita. Keyakinan ini berbada di dalam hati.

“setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya“. (HR Bukhari Muslim)
Apabila kamu berdo’a janganlah berkata, “Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki.” Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadikan hati kita menjadi hati yang penuh dengan syukur. Secara logika, bagaimana kita bisa mendapatkan hal yang baru jika kita tidak bisa menerima hal yang lama. Nikmati apa yang sudah kita miliki, niscaya nikmat-nikmat lain akan mengikuti.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.(QS. Ibrahim:7)

Jika kita berharap orang lain, lingkungan, dan peristiwa berubah sesuai dengan keinginan kita, kita akan lelah tanpa hasil. Ciri orang yang seperti ini adalah orang yang biasa atau selalu mengatakan “Seandainya…”. Sebagai contoh, “Seandainya peluang itu datang ke hadapan ku”. “Seandainya atasan saya mengerti.”

Lupakan kata-kata seandainya. Mulailah untuk menata hati, mulailah mengubah hati maka semua yang ada di luar diri kita akan berubah. Jangan menghabiskan waktu untuk berharap orang lain memberi kesempatan. Carilah kesempatan sendiri. Jangan berharap orang lain selalu mengerti diri kita, mulailah kita untuk mengerti orang lain.

Senin, April 20, 2009

Kekuatan Bertanya & Mencoba

Kreativitas Anda akan bangkit saat Anda memiliki sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang salah akan memberikan jawaban yang salah. Coba bandingkan dua pertanyaan sebagai respon terhadap suatu musibah. Pertanyaan pertama, “Mengapa ini terjadi pada saya?”. Pertanyaan kedua, “Apa hikmah besar dari musibah ini?”. Kedua pertanyaan ini adalah sama-sama respon terhadap musibah, namun akan memberikan dampak yang berbeda.

Kita ini begitu pandai dan kreatif dalam menjawab sebuah pertanyaan. Sebagai bukti, untuk berdalih atau mencari-cari alasan kita sungguh kreatif. Lalu, kenapa kepandaian kita tidak digunakan untuk hal yang positif? Anda bisa menggunakan kepandaian Anda untuk hal yang positif dengan cara mengubah pertanyaan Anda.

Sebagai contoh, saat Anda mengalami kegagalan, Anda bisa bertanya,
“Apa penyebab kegagalan ini selain dari saya?”
Apa jawaban yang akan muncul? Yah tentu saja berbagai alasan mengapa Anda gagal. Lebih parah lagi alasan itu berpusat pada apa yang ada di luar diri Anda. Tidak ada manfaat sama sekali kecuali pembelaan yang seolah berarti, padahal sama sekali tidak memberikan arti. Anda gagal dan akan tetap akan gagal karena tidak ada perubahan.

Tetapi jawaban akan berbeda jika Anda mengubah pertanyaannya. Misalnya:
“Bagaimana supaya saya tidak gagal lagi?”
“Bagaimana supaya saya melakukannya dengan lebih baik?”

Kreativitas Anda akan bekerja, akan memanggil jawaban-jawaban yang memberdayakan. Ide-ide yang membuat Anda bekerja atau berbisnis lebih baik akan bermunculan. Anda akan lebih pandai karena mengajukan pertanyaan yang lebih memberdayakan.
Pertanyaan bagaikan laser kesadaran. Pertanyaan bagaikan senjata yang ampuh. Akan bermanfaat besar jika digunakan dengan benar. Akan sangat merusak jika Anda salah menggunakannya. Jadi, gunakan kedahsyatan pertanyaan untuk menghadapi rintangan atau tantangan. Bukan sebaliknya, malah memperburuk masalah.

Jangan pernah berhenti bertanya. Saat pertanyaan Anda mengarahkan kepada jawaban negatif, gantilah pertanyaan Anda. Jika pertanyaan Anda positif, maka pikiran Anda akan fokus kepada hal yang positif. Jika pertanyaan Anda negatif, maka pikiran Anda pun akan mengarah kepada yang negatif.

Albert Einstein mengatakan:
“Hal terpenting ialah tidak berhenti bertanya.”
Saat catatan Leonardo da Vinci diperiksa ternyata begitu banyak pertanyaan yang ditulis dalam buku catatannya.

Kedua orang jenius ini menggunakan pertanyaan untuk memompa pikirannya. Jika Anda ingin jenius juga, maka ajukanlah pertanyaan.


Ada pertanyaan?

Rabu, Maret 04, 2009

Kaya = Komunikator yg Baik

Beberapa hari lalu, ada tamu untuk paman saya. Kebetulan tamu tersebut beserta paman saya mampir di rumah saya. Mereka numpang ngobrol setelah melihat sebidang tanah yang ditawarkan kepada tamu tersebut. Namun isi pembicaraan bukan malasah tanah, tetapi lebih kepada peluang bisnis. Kebetulan tamu ini seorang pebinis.

Karena saya diundang untuk bergabung, saya ikut serta dalam pembicaraan tersebut. Selain saya bisa menyerap wawasan bisnisnya secara gratis, yang menarik adalah pada pembicaraan tersebut didapat lebih dari dua peluang bisnis. Bahkan dua peluang yang sudah ada di depan mata.

Kedua peluang tersebut tinggal menjalankan sebab, pasar sudah ada, sumber daya sudah ada, modal tidak terlalu besar. Berapa potensi keuntungannya? Luar biasa bisa mencapai Rp 30jt per bulan. Saya memang tidak ikut serta dalam bisnis ini, tapi ini sebuah pengalaman luar biasa bagi saya.

Peluang ini sebenarnya sudah ada di depan mata paman saya, tetapi paman saya tidak melihatnya. Ternyata “mata” seorang pebisnis begitu jeli sehingga peluang sekecil apa pun bisa dilihatnya. Mengapa bisa begitu jeli?

Karena mindset bisnis orang ini kuat. Dia begitu mudah menarik hal-hal yang berkaitan dengan bisnis, yang tidak terlihat orang yang “biasa”. Dan cara untuk mendapatkan peluang tersebut begitu mudah dan sederhana. Tidak melalui riset yang rumit dan menghabiskan uang yang besar. Cukup dari sebuah pembicaraan santai.
Jika Anda masih bingung dalam memilih ide bisnis, mungkin pola pikir Anda yang masih perlu ditingkatkan. Banyak peluang di sekitar kita, yang bisa kita tangkap dengan mudah. Sayangnya kita tidak sadar akan peluang tersebut.

Akhirnya kita “tertawa”, yah tertawa getir saat peluang yang sudah lama di depan mata kita “diambil” oleh orang lain. Mengapa sampai kita tidak menemukannya sejak dulu? Sungguh ironis bukan?

Teruslah latih pola pikir kita sesuai dengan pola pikir yang kita inginkan. Tidak sulit, mudah jika kita mau mengambil tindakan.

Senin, Februari 23, 2009

Berfikirlah yang Besar

Mungkin Anda sudah mendengar nama Arifin Panigoro sebagai politikus dan pebisnis sukses. Konon termasuk orang terkaya di Indonesia. Kali ini, saya tidak akan membicarakan aktivitas politiknya, namun bagaimana pak Arifin Panigoro sukses dalam bisnis. Satu rahasia yang bisa saya ambil dari perjalanan bisnisnya ialah “berpikir besar”.

Saat menjalani bisnis pemasangan pipa, perusahaannya selalu mendapatkan proyek yang kecil-kecil dengan alasan pengusaha lokal belum memiliki peralatan yang memadai. Namun pak Arifin Panigoro tidak menyerah dan tidak berhenti sampai disana. Sementara, sebagian besar orang akan mengatakan sudah takdir orang lokal untuk mendapatkan proyek kecil, namun dia tidak.

Pak Arifin selalu berpikir besar. Orang lokal pun harus diberi kesempatan untuk mendapatkan proyek-proyek besar. Kenapa tidak? Berawal dari berpikir besar inilah pa Arifin Panigoro mulai mengambil tindakan untuk mewujudkan visinya. Pak Arifin Panigoro memiliki keyakinan bahwa orang lokal pun mampu mengerjakan proyek besar.
Berpikir besar pun terlihat saat pak Arifin Panigoro berani menawar peralatan seharga US$ 4 juta, padahal “hanya” punya uang sebesar US$ 300.000. Namun dengan keyakinannya, peralatan itu pun berhasil didapatkan. Keberhasilan mendapatkan peralatan ini, tentu saja didukung oleh kemampuan bersilaturhmi dan bernegosiasinya.
Orang yang berpikir besar akan berani mengambil resiko. Pak Arifin Panigoro dengan berani membeli beberapa ladang minyak dengan harga jutaan dolar. Padahal belum tentu akan menghasilkan minyak yang sepadan. Setelah, minyak mengalir setiap hari seiring uang yang masuk ke kantongnya. Tidak cukup menjadi “raja minyak” saja. Pak Arifin Panigoro pun menengok bidang pertambangan dan juga meraih sukses.

Inilah kekuatan berpikir besar. Coba bayangkan, jika pak Arifin Panigoro berpikir bahwa takdir orang lokal hanya proyek kecil, mungkin sekarang pak Arifin Panigoro tidak ada di daftar orang terkaya di Indonesia. Berpikir besar ini membuatnya menjadi orang yang tekun, bekerja keras, dan berani mengambil resiko.
Sudahkah kita berpikir besar? Jika Anda saat ini sudah memiliki bisnis atau mendukuki karir tertentu. Cobalah untuk berpikir besar. Pikirkan setidaknya Anda bisa dua kali lebih sukses dibandingkan saat ini. Ini yang saya lakukan, saya selalu berpikir untuk menggandakan penghasilan saya setiap saat. Saya yakin Allah akan menolong, saya percaya diri, dan salah seorang yang menginspirasi saya adalah pak Arifin Panigoro.

Selasa, Januari 06, 2009

Nasihat Orang Bijak yang Sukses

Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi salah seorang pebisnis yang saya anggap sudah cukup sukses. Dia memiliki belasan unit bisnis pendidikan yang cukup ternama di kota Bandung. Saya merasa beruntung bisa bertemu dengan dia. Bukan hanya itu, saya juga mendapatkan berbagai masukan yang berharga dalam menjalani bisnis. Ada satu saran yang benar-benar belum pernah saya dengar sebelumnya jika dihubungkan dengan keberhasilan bisnis.

Saran tersebut ialah jangan bertengkar dengan istri dan anak. Katanya kita akan mendapatkan berkah lebih besar saat menjalani bisnis diiringi oleh do’a dari anak dan istri (suami bagi istri). Intinya kedamaian keluarga akan membawa keberhasilan bisnis.

Saya sangat setuju dengan nasihat ini saat saya hubungkan dengan konsep motivasi dan pengembangan diri. Rasa damai akan mengoptimalkan seluruh energi kita dalam mewujudkan sesuatu. Tubuh kita akan bekerja lebih optimal jika kita bekerja dalam suasana damai. Dengan damai, emosi kita positif, sementara emosi positf adalah sinyal motivasi seperti yang dijelaskan pada ebook Motivasi Diri.

Jika kita melihat pada konsep kekuatan pikiran. Kedamaian akan membuka sumbat-sumbat aliran keberlimapahan ke dalam diri kita. Kita akan memiliki kekuatan menarik lebih besar sehingga hukum Daya Tarik akan bekerja dengan lebih sempurna. Dengan demikian, kekuatan kita menarik sesuatu yang kita inginkan akan lebih besar. Rasa damai akan mempercepat proses kita meraih keberhasilan.

Do’a keluarga akan memperkuat energi pada cita-cita kita. Sebutkan cita-cita atau sasaran Anda kepada keluarga Anda. Mintalah mereka mendo’akan agar Anda meraih cita-cita Anda. Maka aliran energi pada cita-cita Anda akn lebih besar sehingga, sekali lagi, akan memperkuat daya tarik terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan cita-cita Anda. (penjelasan lanjut tentang Hukum Daya Tarik bisa dibaca pada ebook saya, http://ebook.motivasi-islami.com).

Akhirnya, dan yang terbesar hikmah dari kedamaian keluarga adalah mengikuti sunah Rasulullah saw. Kehidupan keluarga Rasulullah saw begitu damai dan hangat. Jika kita mengikuti sunah beliau berarti kita mejadi umat yang disayang oleh Allah SWT, dengan demikian do’a kita akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Jadi dilihat dari sisi mana pun, kehidupan keluarga damai akan memberikan manfaat luar biasa bagi kehidupan kita. Oleh karena itu marilah kita menciptakan suasana yang lebih damai dalam kehidupan keluarga kita. Untuk memulainya ialah dengan menanamkan berbagai kebiasaan kecil yang memberdayakan dan menyenangkan. Sebagai contoh dengan membiasakan dua kata ajaib yaitu “tolong” dan “terima kasih”.

Pencarian